Dari Siswa Tersengat Listrik Hingga Mitos Kesurupan: SMKN 6 Balikpapan Gelar Pelatihan P3K & Kesadaran UKS bagi Guru dan Karyawan
04 Aug 2026 · Siti Arofah, S.Pd · 73x dilihat
BALIKPAPAN, 4 Agustus 2026 – Mengingat tingginya aktivitas praktik siswa di sekolah kejuruan, potensi terjadinya insiden keselamatan kerja maupun masalah kesehatan mendadak tidak dapat dihindari. Merespons hal tersebut, SMK Negeri 6 Balikpapan menggelar Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dan Sosialisasi Program Kesehatan Sekolah yang diikuti oleh seluruh guru dan karyawan/staf TU pada Selasa (04/08).
Acara diawali dengan sambutan dari Kepala SMKN 6 Balikpapan, Bapak Agus Prihanto, S.Pd, M.Pd. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh warga sekolah menghadapi berbagai insiden, mulai dari kecelakaan kerja skala sedang di bengkel/laboratorium praktik, hingga kejadian unik sepele dalam kehidupan sehari-hari—seperti siswa yang panik karena tidak sengaja tertelan permen karet saat jam pelajaran.
Sesi 1: "Sekolah Sehat, Prestasi Hebat" oleh drg. Riana Susanti
Narasumber pertama, drg. Riana Susanti dari Puskesmas Graha Indah, membawakan materi bertajuk "Sekolah Sehat, Prestasi Hebat". Dalam paparannya, beliau menyoroti bahwa pemahaman mengenai pentingnya Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) saat ini masih belum merata di antara seluruh stakeholder sekolah.
Beliau membedah secara mendalam:
- Pentingnya UKS & Trias UKS: Menjelaskan tiga pilar utama UKS (Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan, dan Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat) sebagai fondasi utama menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
- Program Rutin Puskesmas: Mengulas kegiatan pendampingan berkala, seperti pemberian dan pengawasan minum Tablet Tambah Darah (TTD) bagi siswi untuk mencegah anemia.
- Pertolongan Pertama Rujukan: Penanganan awal yang tepat di ruang UKS sebelum pasien/siswa diputuskan untuk dirujuk ke Puskesmas atau Rumah Sakit.
Sesi 2: Prinsip Dasar P3K & Manajemen Kepanikan oleh Adib Kalilo
Melanjutkan sesi berikutnya, Bapak Adib Kalilo selaku Pemegang Program Kesehatan Kerja Puskesmas Graha Indah, memaparkan materi teknis mengenai Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).
Poin utama yang digarisbawahi oleh beliau adalah larangan untuk panik. Ketika menemukan siswa pingsan saat upacara atau kecelakaan di ruang praktik, kunci utama penolong adalah tetap tenang agar tindakan penanganan awal dapat berjalan terstruktur. Beliau juga menjelaskan tujuan utama P3K (menyelamatkan jiwa, mencegah keparahan, dan menunjang penyembuhan) serta prinsip-prinsip dasar tindakan kegawatdaruratan di lingkungan kerja vokasi.
Sesi Diskusi: Mengupas Sengatan Listrik hingga Fenomena Kesurupan
Puncak keseruan pelatihan pecah pada sesi tanya jawab. Para guru dan karyawan dengan antusias melontarkan berbagai kasus riil yang sering dijumpai di lapangan.
Pertanyaan berkembang sangat dinamis, mulai dari pertolongan medis pertama saat siswa tersengat arus listrik (stroom) di bengkel kelistrikan/komputer, hingga pertanyaan unik mengenai penanganan siswa yang mengalami kejadian kesurupan massal. Tim medis dari Puskesmas Graha Indah pun memberikan penjelasan ilmiah dari sudut pandang medis dan psikologis mengenai penanganan pengetatan napas, histeria, serta evakuasi korban secara aman.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para guru dan karyawan SMKN 6 Balikpapan tidak hanya siap mencetak lulusan terampil, tetapi juga sigap menjadi first responder yang tanggap, tenang, dan terlatih demi keselamatan seluruh warga sekolah.
Berita Terkait
KETIKA PAPAN TULIS BERJABAT TANGAN DENGAN KECERDASAN ARTIFISIAL
Peringati Hari Mangrove Sedunia 2026, Gubernur Kaltim Pimpin Penanaman Mangrove dan Serahkan Piagam Adiwiyata: SMKN 6 Balikpapan Raih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Provinsi
Momen Ambil Ijazah di SMKN 6 Balikpapan: Tanpa Belepotan Tinta Hitam, Diakhiri Selfie Haru Bareng Wali Kelas
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!